Detail Katalog

ID: 8689
Cover Bung Hatta :  Pribadinya dalam Kenangan / Meutia Farida Swasono

Bung Hatta : Pribadinya dalam Kenangan / Meutia Farida Swasono

Edisi: Cetakan pertama
Pengarang
Meutia Farida Swasono
Penerbit
Sinar Harapan,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
1980
Bahasa
ind
Subjek
Biografi
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
730 halaman : ilustrasi ; 25 cm
Nomor Panggil
923.2 MEU b
Control Number
INLIS000000000008616
BIB ID
0010-0922000776
Catatan
Gambaran mengenai sosok Bung Hatta yang teguh hati nya telah terlihat sejak kecil, mengenai hal ini digambarkan oleh kakak Bung Hatta yaitu Ny R. Lembaq Tuah pada kejadian berikut, “Pernah pada suatu saat Hatta memiliki sebuah block-note yang baru, belum terpakai, yang diletakkannya di atas meja belajarnya. Pada suatu ketika, Hatta menemukan satu lembar dari block-note nya telah terisi tulisan salah satu paman kami. Paman mencatat beberapa perintah untuk tukang yang sedang bekerja di rumah kami. Hatta protes, marah dan menangis. Paman kemudian membujuknya, “Baiklah, apa yang sudah kutulis disitu disobek saja.” Hatta menjawab, “Tidak Boleh.” “Baiklah, paman akan ganti dengan yang baru.” Namun, Hatta tetap saja tidak mau. Hatta tidak menginginkan yang baru, melainkan, dia kecewa karena barangnya diganggu dan kenapa paman kami tidak meminta izin terlebih dahulu. Hatta tetap menangis, dan pada akhirnya paman pun ikut menangis, karena paman tidak tahu apa yang harus dilakukannya.” Bung Hatta memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi, dan watak ini menurun pula pada kucing kesayangan beliau yang diberi nama Jonkheer, dalam hal ini dikisahkan sendiri oleh anaknya yaitu Gemala Hatta seperti berikut “ Dalam hal ketertiban inilah ayah memandang Jonkheer sebagai kucing yang tahu kedisiplinan. Kucing ini memang luar biasa, seakan-akan sudah ada kontak batin antara ayah dan kucing itu. Bilamana ayah sedang keluar rumah, maka ia senantiasa menunggu ayah pada saat ayah kira-kira akan kembali ke rumah. Bilamana kami setiap akhir minggu menghabiskan hari sabtu-minggu di megamendung, maka setiap minggu sore mulai dari jam 5 sore, jonkheer sudah menunggu kedatangan kami di muka rumah. Begitu ia melihat ayah turun dari mobil maka Jonkheer dan kucing-kucing lainnya langsung mengerubungi ayah….”
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000024311 923.2 MEU b Dapat dipinjam Ruang Baca Umum ( PEMDA ) Tersedia
00000032864 923.2 SWA b RU-7-B4 Dapat dipinjam Ruang Baca Umum ( PEMDA ) Tersedia
Format MARC21 - Total 14 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000008616 1
005 _ _ 20220921095239 2
035 # # $a 0010-0922000776 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 220921################d##########0#ind## 5
082 # # $a 923.2 6
084 # # $a 923.2 MEU b 7
100 _ # $a Meutia Farida Swasono 8
245 1 # $a Bung Hatta : $b Pribadinya dalam Kenangan /$c Meutia Farida Swasono 9
250 # # $a Cetakan pertama 10
260 # # $a Jakarta :$b Sinar Harapan,$c 1980 11
300 # # $a 730 halaman : $b ilustrasi ; $c 25 cm 12
520 # # $a Gambaran mengenai sosok Bung Hatta yang teguh hati nya telah terlihat sejak kecil, mengenai hal ini digambarkan oleh kakak Bung Hatta yaitu Ny R. Lembaq Tuah pada kejadian berikut, “Pernah pada suatu saat Hatta memiliki sebuah block-note yang baru, belum terpakai, yang diletakkannya di atas meja belajarnya. Pada suatu ketika, Hatta menemukan satu lembar dari block-note nya telah terisi tulisan salah satu paman kami. Paman mencatat beberapa perintah untuk tukang yang sedang bekerja di rumah kami. Hatta protes, marah dan menangis. Paman kemudian membujuknya, “Baiklah, apa yang sudah kutulis disitu disobek saja.” Hatta menjawab, “Tidak Boleh.” “Baiklah, paman akan ganti dengan yang baru.” Namun, Hatta tetap saja tidak mau. Hatta tidak menginginkan yang baru, melainkan, dia kecewa karena barangnya diganggu dan kenapa paman kami tidak meminta izin terlebih dahulu. Hatta tetap menangis, dan pada akhirnya paman pun ikut menangis, karena paman tidak tahu apa yang harus dilakukannya.” Bung Hatta memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi, dan watak ini menurun pula pada kucing kesayangan beliau yang diberi nama Jonkheer, dalam hal ini dikisahkan sendiri oleh anaknya yaitu Gemala Hatta seperti berikut “ Dalam hal ketertiban inilah ayah memandang Jonkheer sebagai kucing yang tahu kedisiplinan. Kucing ini memang luar biasa, seakan-akan sudah ada kontak batin antara ayah dan kucing itu. Bilamana ayah sedang keluar rumah, maka ia senantiasa menunggu ayah pada saat ayah kira-kira akan kembali ke rumah. Bilamana kami setiap akhir minggu menghabiskan hari sabtu-minggu di megamendung, maka setiap minggu sore mulai dari jam 5 sore, jonkheer sudah menunggu kedatangan kami di muka rumah. Begitu ia melihat ayah turun dari mobil maka Jonkheer dan kucing-kucing lainnya langsung mengerubungi ayah….” 13
600 # 4 $a Biografi 14
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
21 Sep 2022
Export