<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000008616</controlfield>
    <controlfield tag="005">20220921095239</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0922000776</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">220921################d##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">923.2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">923.2 MEU b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Meutia Farida Swasono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Bung Hatta :</subfield>
      <subfield code="b">Pribadinya dalam Kenangan /</subfield>
      <subfield code="c">Meutia Farida Swasono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Sinar Harapan,</subfield>
      <subfield code="c">1980</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">730 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">25 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Gambaran mengenai sosok Bung Hatta yang teguh hati nya telah terlihat sejak kecil, mengenai hal ini digambarkan oleh kakak Bung Hatta yaitu Ny R. Lembaq Tuah pada kejadian berikut, “Pernah pada suatu saat Hatta memiliki sebuah block-note yang baru,  belum terpakai, yang diletakkannya di atas meja belajarnya. Pada suatu ketika, Hatta menemukan satu lembar dari block-note nya telah terisi tulisan salah satu paman kami. Paman mencatat beberapa perintah untuk tukang yang sedang bekerja di rumah kami. Hatta protes, marah dan menangis. Paman kemudian membujuknya, “Baiklah, apa yang sudah kutulis disitu disobek saja.” Hatta menjawab, “Tidak Boleh.” “Baiklah, paman akan ganti dengan yang baru.” Namun, Hatta tetap saja tidak mau. Hatta tidak menginginkan yang baru, melainkan, dia kecewa karena barangnya diganggu dan kenapa paman kami tidak meminta izin terlebih dahulu. Hatta tetap menangis, dan pada akhirnya paman pun ikut menangis, karena paman tidak tahu apa yang harus dilakukannya.” Bung Hatta memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi, dan watak ini menurun pula pada kucing kesayangan beliau yang diberi nama Jonkheer, dalam hal ini dikisahkan sendiri oleh anaknya yaitu Gemala Hatta seperti berikut “ Dalam hal ketertiban inilah ayah memandang Jonkheer sebagai kucing yang tahu kedisiplinan. Kucing ini memang luar biasa, seakan-akan sudah ada kontak batin antara ayah dan kucing itu. Bilamana ayah sedang keluar rumah, maka ia senantiasa menunggu ayah pada saat ayah kira-kira akan kembali ke rumah. Bilamana kami setiap akhir minggu menghabiskan hari sabtu-minggu di megamendung, maka setiap minggu sore mulai dari jam 5 sore, jonkheer sudah menunggu kedatangan kami di muka rumah. Begitu ia melihat ayah turun dari mobil maka Jonkheer dan kucing-kucing lainnya langsung mengerubungi ayah….”</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Biografi</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
