<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000006551</controlfield>
    <controlfield tag="005">20220808084631</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0622000122</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">220808################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-688-931-5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297 MOE i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Moeslim Abdurrahman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Islam sebagai kritik sosial /</subfield>
      <subfield code="c">Moeslim Abdurrahman; Sayed Mahdi (editor)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Erlangga,</subfield>
      <subfield code="c">2003</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">216 hlm ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Agama tampaknya telah menjadi kesalehan eskapistik yang membiarkan dirinya menjadi simbol yang bisu bahkan acuh terhadap kemungkaran sosial yang terus berlangsung. Semestinya agama mengambil prakarsa untuk mempertanyakan keadaan sosial ekonomi yang timpang, tidak hanya dalam bentuk menanamkan kesalehan ritual, tapi yang lebih penting dari itu, yaitu mewujudkan kesalehan sosial yang mampu membongkar proses dehumanisasi.&#13;
&#13;
Agama sebagai kekuatan simbolik yang dipercaya suci dari Tuhan, sudah seharusnya membuka diri untuk melakukan pemihakan terhadap nasib orang orang yang tercecer dari mobilitas sosial.&#13;
&#13;
Semangat dari percikan pemikiran di dalam buku ini, mungkin bisa menjadi provokasi dan bahan renungan bagi siapa saja yang peduli tentang peran agama yang baru. Agama yang mampu untuk selalu kritis terhadap ketidakadilan, penindasan, dan struktur sosial yang timpang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">27236/JBPUBEK/2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1842/BASIPDA/2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21292/JBPUBEK/2006</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">27148/JBPUBEK/2006</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
