<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000006127</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18156/JBPUBEK/2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20221021111738</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000028635/JBPUBEK/2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0422000096</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000028636/JBPUBEK/2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="006">a    g      000 0</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000032280/JBP[UBEK/2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000032281/JBPUBEK/2005</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">221021################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="100" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Baihaqi, MIF</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Anak Indonesia teraniaya :</subfield>
      <subfield code="b">potret buram anak bangsa /</subfield>
      <subfield code="c">MIF. Baihaqi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxxvii, 203 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus. ;</subfield>
      <subfield code="c">18 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-514-769-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.7 BAI a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bandung : :</subfield>
      <subfield code="b">Remaja Rosdakarya,,</subfield>
      <subfield code="c">1999</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, begitu bunyi pasal 34 konstitusi kita. Tiada yang tahu apa yang salah dengan pasal itu yang jelas kemiskinan salah satu penyebab di antara faktor faktor lainnya telah mengakibatkan penderitaan yang dialami bocah-bocah cilik yang seharusnya melewati masa kanak-kanak mereka dengan ceria. Kasus ibu yang menjual keperawanan anaknya atau tukang becak yang membunuh langganannya hanyalah segelintir kisah yang membuat kita miris tinggal di negeri ini. Lalu siapa yang harus disalahkan? Ketika polisi penolong berubah menjadi pemerkosa yang sadis : ketika guru pengayom berubah menjadi binatang pengikut hawa nafsu: ketika keluguan anak-anak menjadi lahan eksploitasi angkara murka? Melalui buku ini kami angkat sepercik derita dari lautan maha dasyat yang terkumpul dari tangisan-tangisan mereka nun jauhdi sepi malam dari jerit iba permintaan tolong mereka yang tak terdengardari ratap pedih hati mereka yang menatap masa depan dengan suram. Merekalah anak-anak Indo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Anak, Perkembangan - Aspek sosial</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
