<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000003863</controlfield>
    <controlfield tag="005">20211118112331</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1121000272</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">211118###########################0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-262-243-7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">413.52</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">413.52 BUR k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Burhanuddin Alim (penulis)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kamus Kanji /</subfield>
      <subfield code="c">Burhanuddin Alim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet. 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Graha Ilmu,</subfield>
      <subfield code="c">2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1423 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus. ;</subfield>
      <subfield code="c">24 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kamus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bahasa Jepang, dalam ragam tulisnya, adalah bahasa yang menggunakan empat huruf sekaligus—kanji, katakana, hiragana, dan romaji. Berbeda dengan ketiga huruf lainnya yang hanya memiliki puluhan lambang huruf, kanji memiliki ribuan lambang huruf yang mewakili ide atau pikiran dari bunyi sebuah bahasa. Huruf kanji dalam bahasa Jepang memiliki 2 (dua) cara lafalan, yakni lafalan yang didasarkan pada kata asli bahasa Jepang (yang dinamakan kun’yomi), dan lafalan yang didasarkan pada kata serapan bahasa Cina (yang dinamakan on’yomi).&#13;
Untuk memandu para pembelajar bahasa Jepang dalam membaca teks bahasa Jepang (berhuruf kanji), maka disusunlah Kamus Kanji ini. Oleh karena, dalam membaca teks (baca: kanji) seringkali terjadi bacaan on + on, atau, on + kun, maupun kun + kun. Dalam Kamus ini penyusun memaparkan secara gamblang bacaan huruf kanji sehingga penggunanya akan dapat membedakan antara bacaan on (yang ditulis dalam katakana) dan bacaan kun (yang ditulis dalam hiragana). Kamus ini disusun secara alfabetis dan disertai daftar indeks (2) yang disusun berdasarkan jumlah goresan sehingga akan memudahkan penggunanya dalam mencari bagaimana melafal atau membaca sebuah kanji. Bagi yang hanya mengetahui kata asli bahasa Jepang (kun’yomi), tetapi tidak mengetahui kata serapan bahasa China (on’yomi), misalnya haha (?) maka carilah dalam daftar index (1) kelompok huruf h, maka akan ditemukan cara membaca on’yominya.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000009355/JBPUBEK/2015</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9048/JBPUBEK/2015</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9049/JBPUBEK/2015</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">00000009356/JBPUBEK/2015</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
