<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001652</controlfield>
    <controlfield tag="005">20220704113915</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0921000127</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">220704################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-461-804-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">392</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">392 SIM k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Simanjuntak, Bungaran Antonius</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Konsepku Membangun Bangso Batak :</subfield>
      <subfield code="b">Manusia agama dan budaya /</subfield>
      <subfield code="c">Bungaran Antonius Simanjuntak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">cetakan pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan pustaka obor indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xvi, 414 Halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">24 x 16 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebudayaan Batak Orang Batak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Patut dicatat memang, sejak sekitar tahun 1980-an khususnya HKBP, prestasinya dalam penginjilan tidak lagi bersinar. Mereka seakan melemah dalam penginjilannya, karena berbagai alasan, antara lain:&#13;
&#13;
a. Kepemimpinan yang rapuh.&#13;
&#13;
b. Kebersamaan yang tidak utuh.&#13;
&#13;
c. Fokus pelayanan tidak merata dan gamang.&#13;
&#13;
d. Daya kreasi dalam metode serta sistem pelayanan yang monoton ketinggalan dibandingkan dengan sistem yang dipergunakan denominasi lainnya.&#13;
&#13;
e. Tantangan masa dan zaman dalam globalisasi yang tidak dijawab secara tepat dan benar.&#13;
&#13;
f. Layanan para pendeta dan pimpinan gereja ada yang kurang berkenan bagi warga sendiri.&#13;
&#13;
g. Warga mempunyai pilihan secara bebas tentang gereja dan kebaktian di mana mereka ikut berbaur dan menyatu.&#13;
&#13;
Momentum peringatan 150 tahun HKBP tahun 2011, kiranya menjadi salah satu momen khusus bagi HKBP secara menyeluruh, pengurus dan warganya, untuk kembali merenung serta mengkaji berbagai hal yang dinikmati masa lalu dan dipergumulkan selama ini. (Ev. John B.Pasaribu Ph.D) .</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">3892/JBPUBEK/2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">3893/JBPUBEK/2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14900/JBPUBEK/2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19349/JBPUBEK/2016</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
