=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000008359 =990 ##$$a 33020/JBPUBEK/2014 =005 20221130115117 =990 ##$$a 23869/JBPUBEK/2014 =035 ##$$a 0010-0922000519 =990 ##$$a 31294/JBPUBEK/2014 =007 ta =990 ##$$a 33532/JBPUBEK/2014 =008 221130################g##########1#ind## =020 ##$$a 978-979-419-383-9 =082 ##$$a 813 =084 ##$$a 813 SAN s =100 1#$$a Sanoesi Pane =245 1#$$a Sandhyakala Ning Majapahit /$c Sanoesi Pane =250 ##$$a Cetakan kedua =260 ##$$a Bandung :$b Dunia Pustaka Jaya,$c 2013 =300 ##$$a 81 hlm. ; $c 21 cm. =650 #4$$a Novel histori =520 ##$$a Raden Damar Wulan, putra Patih Udara, dibesarkan dipertapaan dalam hutan. Setelah dewasa dia mengabdi kepada Majapahit yang sedang terancam pemberontakan Menak Jingga, adipati Wirabumi. Menjelang keruntuhannya, kerajaan itu dikacaukan oleh intrik-intrik istana dan kehancuran ekonomi yang parah. Bahkan ketika Majapahit di ambang kekalahan menghadapi Menak Jingga, tak ada kesatria yang berani maju menjadi patriot sehingga sang ratu, Dewi Suhita, nyaris putus asa. Pada saat itulah tampil Damar Wulan ke muka. Di bawah pimpinannya pasukan perang Majapahit berhasil menghancurkan pasukan pemberontak. Saying sekali, di negeri yang sudah bobrok, kejayaan tak bias dipertahankan lebih lama. Senjakala tetap mengintai Majapahit.