=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000006086 =990 ##$$a 18103/JBPUBEK/2014 =005 20221020010622 =990 ##$$a 28417/JBPUBEK/2014 =035 ##$$a 0010-0422000055 =990 ##$$a 00000044431/JBPUBEK/2014 =007 ta =990 ##$$a 00000044432/JBPUBEK/2014 =008 221020################g##########1#ind## =020 ##$$a 978-979-419-176-7 =082 ##$$a 398 =084 ##$$a 398 RAM =245 ##$$a Ramayana /$c P.Lal =250 ##$$a Cetakan ke 2 =260 ##$$a Jakarta :$b Dunia Pustaka Jaya,$c 2008 =300 ##$$a 447 hlm ; $c 21 cm x 14 cm =650 #4$$a Fiksi =520 ##$$a Jalur cerita Ramayana berkembang dengan halus. Sang pahlawan adalah seorang manusia super, atau bahkan mewujud sebagai titisan dewa. Jika Mahabarata menonjol dalam hal-hal heroik, maka Ramayana didominasi oleh rasa erotik. Di dalamnya terdapat adegan manakala suatu keajaiban tercipta. Sang Pahlawan dan kekasihnya melewati masa-masa cobaan moral dan emosional, tetapi berhasil lulus dari segala ujian. Cinta menang, kebenaran muncul, tugas terlaksana, kehendak dewa dipatuhi, dan penderitaan pun tertinggalkan. Ia juga menggambarkan pelbagai suasana dan majemuknya kehidupan, selain menampilkan keindahan alam. Gaya betutur yang disampaikan oleh Waliki dalam Ramayana ini begitu anggun, mengilhami dan amat menawan.