=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003460 =005 20211018090037 =035 ##$$a 0010-1021000842 =007 ta =008 211018################e##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-421-051-x =082 ##$$a 379.598 =084 ##$$a 379.598 SAR i =100 #$$a Sardiman A.M. =245 1#$$a Interaksi & motivasi belajar mengajar /$c Sardiman A.M. =250 ##$$a Cetakan pertama =260 ##$$a Jakarta :$b Rajagrafindo Persada,$c 2014 =300 ##$$a ix, 236 halaman : $b ilustrasi ; $c 20 cm =650 #4$$a Motivasi dalam pendidikan =650 #4$$a Metode belajar =504 ##$$a Bibliografi : halaman 233-236 =520 ##$$a Kegiatan komunikasi bagi diri manusia merupakan bagian yang hakiki dalam kehidupannya. Kehidupan manusia akan selalu dibarengi dengan proses interaksi dan komunikasi yang merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Dari berbagai bentuk interaksi terdapat istilah interaksi edukatif, yaitu proses timbal balik yang bertujuan untuk mendewasakan anak didik agar nantinya dapat menemukan jati dirinya secara utuh. Untuk memahami pengetahuan tentang interaksi edukatif, secara khusus dikenal interaksi belajar- mengajar yang titik penekanannya pada motivasi. Motivasi inilah yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu kegiatan atau pekerjaan, begitu juga untuk belajar. Hasil belajar akan menjadi optimal jika ada motivasi. Dengan motivasi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Karena itu, sangat penting terbinanya hubungan yang bersifat edukatif antara guru dan siswa. Peran guru tidak hanya “mengajar” (transfer of knowledge) tapi juga “mendidik” (transfer of value). Mendidik di sini diartikan lebih komprehensif, sebagai usaha untuk membina diri anak didik secara utuh, baik matra kognitif, psikomotorik, maupun afektif agar mereka tumbuh sebagai manusia-manusia yang berkepribadian. Buku ini memberikan gambaran tentang bentuk interaksi yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan interaksi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk menunjukan miniat, inisiatif dan aktif dalam kegiatan belajar. Sehingga akan terbentuk komunikasi timbal-balik antara guru dan siswa. Dengan demikian akan diperoleh hasil yang lebih baik bagi siswa yaitu tidak sekedar ilmu pengetahuan tapi juga nilai-nilai yang bisa membentuk perkembangan pribadi siswa seutuhnya. =990 ##$$a 00000008884/JBPUBEK/2015 =990 ##$$a 00000007898/JBPUBEK/2015