=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002569 =005 20210930110124 =035 ##$$a 0010-0921001044 =007 ta =008 210930################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-421-361-6 =082 ##$$a 297.21 =084 ##$$a 297.21 MUN i =100 #$$a Munzier Suparta =245 1#$$a ILMU HADIS /$c Munzier Suparta =250 ##$$a Cetakan kedelapan =260 ##$$a Jakarta :$b Rajawali Pers,$c 2013 =300 ##$$a xii, 266 Halaman ; $c 21 x 13 cm =650 #4$$a Ulumul hadis =504 ##$$a Bibliografi halaman 261 =520 ##$$a Hadis bukanlah teks suci sebagaimana Al-Qur’an. Namun, hadis selalu menjadi rujukan kedua setelah Al-Qur’an dan menempati posisi yang sangat penting dalam kajian keislaman. Mengingat penulisan hadis dilakukan ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, maka banyak terjadi silang pendapat terhadap keabsahan sebuah hadis. Adanya hadis-hadis palsu (maudhu), mendorong diadakannya kondifikasi atau tadwin hadis sebagai upaya penyelamatan dari pemusnahan dan pemalsuan. Untuk mendapatkan pengertian yang jernih mengenai eksistensi hadis, buku ini menelusuri tahap demi tahap mengenai keberadaan hadis, juga dijelaskan mengenai pengertian ilmu hadis, bentuk-bentuknya, kedudukan dan fungsi, sejarah pertumbuhan dan perkembangannya, serta proses penerimaan dan periwayatan hadis. =990 ##$$a 40992/JBPUBEK/2016 =990 ##$$a 5948/JBPUBEK/2016 =990 ##$$a 00000008526/JBPUBEK/2016 =990 ##$$a 00000009129/JBPUBEK/2016 =990 ##$$a 11374/JBPUBEK/2016 =990 ##$$a 40993/JBPUBEK/2016