=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000011417 =990 ##$$a 42037/JBPUBEK/2002 =005 20230315101319 =990 ##$$a 32017/JBPUBEK/2002 =035 ##$$a 0010-1122000408 =990 ##$$a 32194/JBPUBEK/2002 =007 ta =990 ##$$a 32965/JBPUBEK/2002 =008 230315###########################0#ind## =020 ##$$a 979-9435-04-8 =082 ##$$a 808 =084 ##$$a 808 ALM d =100 1#$$a Al Malaky Ekky (penulis) =245 1#$$a Dan Malaikat Pun Rukuk /$c Ekky Al Malaky, M. Yulius, Agustrijanto =250 ##$$a Cetakan Pertama =260 ##$$a Bandung :$b Asy-Syaamil Press,,$c 2000 =300 ##$$a 120 hlm. : $b ilus. ; $c 20 cm. =650 #4$$a Cerita pendek =700 #$$a M. Yulius (penulis) =700 #$$a Agustrijanto (penulis) =520 ##$$a Cerpen dan malaikat pun ruku ini mengambil tema tentang agama islam yang masih minoritas di Negara lain. Yaitu berada di Andalusia. Agustrijanto ingin mengangkat tema tentang islam yang sesungguhnya. Dimana islam itu baik, indah dan bersahabat. Karena dalam cerita tersebut golongan islam tergambar meskipun dalam keadaan sangat tertindas masih begitu sabar dan tak pernah melakukan tindakan balas dendam. Dalam cerita yang mengangkat nilai dan ingin berbagi dengan sesama ini mengambil sudut pandang orang ketiga. Karena dalam cerpen itu penulis menceritakan semua kejadian baik di saat prosesi pembakaran hidup-hidup, saat Rosalina melihat para malaikat membimbingnya untuk meniru gerakan orang islam yaitu ruku, dan saat Rosalina dibakar hidup-hidup. Cerpen Dan Malaikat Pun Ruku ini cerita yang diangkat sangat menarik untuk dibaca. Dari segi bahasa yang digunakan sudah baik. Dengan bahasa yang mudah untuk dipahami serta tidak begitu kaku, ringan. Dari awal cerita, kita akan dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Melihat cerita yang tiba-tiba akan membakar satu keluarga gubernur, menarik mata kita untuk melanjutkan cerita selanjutnya. Kalimat-kalimat yang digunakan mampu membuat batin kita untuk menerawang pada saat itu bagaimana kejadian yang menimpa para korban di Andalusia Lama. Cerita dalam cerpen tersebut tidak menggunakan diskriptif yang terlalu panjang. Banyak variasi yang dilakukan Agustrijanto dalam pembuatann novel ini. Sehingga pembaca tidak jenuh untuk membacanya karena memang Agustrijanto merupakan penulis yang telah lama berkiprah di dunia cerpen, menjadikan beliau berpengalaman dalam setiap proses pembuatan cerita.