Detail Katalog
ID: 545
Pers di masa orde baru / Hill David T
Edisi: Cetakan pertamaPengarang
Hill David T
Penerbit
Yayasan Pustaka Obor Indonesia,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2011
Bahasa
ind
Subjek
pers
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
xx, 232 Halaman ; 23 x 15,5 cm
ISBN
978-979-461-786-1
Nomor Panggil
070 HIL p
Control Number
INLIS000000000000544
BIB ID
0010-0821000544
Catatan
bibliografi halaman 223 ; Media massa menjadi perantara komunikasi yang selalu dibutuhkan. Kehadirannya memberikan informasi kepada semua kalangan. Kerja keras para pemburu berita untuk menyampaikan peristiwa yang sedang terjadi menjadi sebuah pekerjaan yang penuh risiko. Saat ini para pemburu berita lebih memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya, memberikan informasinya, dan menerbitkan beritanya. Kebebasan ini merupakan hasil atas perjuangan keras di masa perjuangan Orde Baru, yang di masa itu kondisinya sangat terkekang–akibat sebuah pemberitaan yang dianggap membahayakan kedudukan orang-orang yang berpengaruh, maka perusahaan penerbitan diberhentikan secara paksa dan ditarik izin terbitnya. Hal ini membuat wartawan, mahasiswa, seniman, politisi, kaum profesional, pengacara, dan cendekiawan, berdemonstrasi selama berhari-hari di jalan-jalan untuk mendukung kebebasan pers. Kebebasan yang berarti juga kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat. Apa yang sebenarnya terjadi pada kebebasan pers kala itu?
*
“Tidak pernah sebelumnya terjadi suatu pemberedelan ‘disambut’ dengan ‘amarah’ yang berkepanjangan, baik oleh wartawan dan pengelola media pers maupun pengamat dan pembaca media pers yang merasa prihatin. Belum pernah terjadi dalam sejarah pers di Indonesia, demonstrasi yang memprotes pembatasan kebebasan pers terus menjalar dari satu kota ke kota lain, di sedikitnya 21 kota, selama lebih dari satu tahun.”
*
“Tidak pernah sebelumnya terjadi suatu pemberedelan ‘disambut’ dengan ‘amarah’ yang berkepanjangan, baik oleh wartawan dan pengelola media pers maupun pengamat dan pembaca media pers yang merasa prihatin. Belum pernah terjadi dalam sejarah pers di Indonesia, demonstrasi yang memprotes pembatasan kebebasan pers terus menjalar dari satu kota ke kota lain, di sedikitnya 21 kota, selama lebih dari satu tahun.”
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00000001364 |
070 HIL p |
Repository - PUSLING | Tersedia | |
00000001365 |
070 HIL p |
Repository - PUSLING | Tersedia | |
00000014304 |
070 HIL p RU 1 A3 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( CIKSEL ) | Tersedia |
00000014318 |
070 HIL p RU-1-A2 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( CIKSEL ) | Tersedia |
00000014319 |
070 HIL p RU 1 A3 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( CIKSEL ) | Tersedia |
00000022024 |
070 HIL p RRP-Y |
Tandon | Ruang Repository ( CIKSEL ) | Tersedia |
Format MARC21 - Total 22 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000000544 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20210816110937 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0821000544 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
210816################g##########0#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 978-979-461-786-1 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 070 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 070 HIL p | 8 |
| 100 | _ |
# |
$a Hill David T | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Pers di masa orde baru /$c Hill David T | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan pertama | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Yayasan Pustaka Obor Indonesia,$c 2011 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a xx, 232 Halaman ; $c 23 x 15,5 cm | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a pers | 14 |
| 504 | # |
# |
$a bibliografi halaman 223 | 15 |
| 520 | # |
# |
$a Media massa menjadi perantara komunikasi yang selalu dibutuhkan. Kehadirannya memberikan informasi kepada semua kalangan. Kerja keras para pemburu berita untuk menyampaikan peristiwa yang sedang terjadi menjadi sebuah pekerjaan yang penuh risiko. Saat ini para pemburu berita lebih memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya, memberikan informasinya, dan menerbitkan beritanya. Kebebasan ini merupakan hasil atas perjuangan keras di masa perjuangan Orde Baru, yang di masa itu kondisinya sangat terkekang–akibat sebuah pemberitaan yang dianggap membahayakan kedudukan orang-orang yang berpengaruh, maka perusahaan penerbitan diberhentikan secara paksa dan ditarik izin terbitnya. Hal ini membuat wartawan, mahasiswa, seniman, politisi, kaum profesional, pengacara, dan cendekiawan, berdemonstrasi selama berhari-hari di jalan-jalan untuk mendukung kebebasan pers. Kebebasan yang berarti juga kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat. Apa yang sebenarnya terjadi pada kebebasan pers kala itu? * “Tidak pernah sebelumnya terjadi suatu pemberedelan ‘disambut’ dengan ‘amarah’ yang berkepanjangan, baik oleh wartawan dan pengelola media pers maupun pengamat dan pembaca media pers yang merasa prihatin. Belum pernah terjadi dalam sejarah pers di Indonesia, demonstrasi yang memprotes pembatasan kebebasan pers terus menjalar dari satu kota ke kota lain, di sedikitnya 21 kota, selama lebih dari satu tahun.” | 16 |
| 990 | # |
# |
$a 00000014319/JBPUBEK/2016 | 1 |
| 990 | # |
# |
$a 00000001364/JBPUBEK/2016 | 2 |
| 990 | # |
# |
$a 00000001365/JBPUBEK/2016 | 3 |
| 990 | # |
# |
$a 00000014304 /JBPUBEK/2016 | 4 |
| 990 | # |
# |
$a 00000014318/JBPUBEK/2016 | 5 |
| 990 | # |
# |
$a 00000022024/JBPUBEK/2016 | 6 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Pencarian Terkait
Export