Detail Katalog
ID: 2581
Syawal menjemput kemenangan / Ibnu Rajab Al-Hanbali
Edisi: Cetakan keduaPengarang
Ibnu Rajab Al-Hanbali
Penerbit
Amzah,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2013
Bahasa
ind
Subjek
bulan syawal-Agama islam
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
viii, 128 Halaman ; 20 cm x 14 cm
ISBN
979-8689-35-1
Nomor Panggil
297.41 IBN s
Control Number
INLIS000000000002579
BIB ID
0010-0921001054
Catatan
Puasa Ramadhan yang dilanjuti dengan puasa enam hari Syawal dinilai setara dengan puasa satu tahun penuh, karena pahala kebajikan pada bulan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Dalam hadis shahih, Nabi saw. bersabda: ”Puasa Ramadhan dilipatgandakan menjadi sepuluh bulan dan puasa enam hari (Syawal) dilipatgandakan menjadi dua bulan. Sehingga hal itu, yaitu Ramadhan dan enam hari setelahnya sama dengan puasa satu tahun.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i)
Namun, yang menjadi pertanyaan bagi sebagian kalangan; jika keutamaan ini bisa diraih dengan berpuasa enam hari di luar bulan Syawal sebagaimana pendapat beberapa ulama, lalu mengapa puasa enam hari pasca-Ramadhan dikhususkan pada bulan Syawal? Bagaimanakah mekanisme pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal, apakah harus dilakukan secara berturut-turut atau terpisah? Benarkah seorang mukmin dapat memperoleh pahala dan kedudukan yang sama, atau bahkan lebih tinggi daripada mereka yang melaksanakan ibadah haji atau umrah?
Dengan menggali sumber-sumber dari Alquran dan hadis serta ijtihad ulama, Ibnu Rajab Al-Hanbali akan memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan dan manfaat puasa sunnah di bulan Syawal, perintah melaksanakan ibadah haji dan keutamaannya, serta amalan yang mengangkat kedudukan seorang mukmin sehingga menjadi lebih utama dari mereka yang melaksanakan haji dan umrah.
Namun, yang menjadi pertanyaan bagi sebagian kalangan; jika keutamaan ini bisa diraih dengan berpuasa enam hari di luar bulan Syawal sebagaimana pendapat beberapa ulama, lalu mengapa puasa enam hari pasca-Ramadhan dikhususkan pada bulan Syawal? Bagaimanakah mekanisme pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal, apakah harus dilakukan secara berturut-turut atau terpisah? Benarkah seorang mukmin dapat memperoleh pahala dan kedudukan yang sama, atau bahkan lebih tinggi daripada mereka yang melaksanakan ibadah haji atau umrah?
Dengan menggali sumber-sumber dari Alquran dan hadis serta ijtihad ulama, Ibnu Rajab Al-Hanbali akan memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan dan manfaat puasa sunnah di bulan Syawal, perintah melaksanakan ibadah haji dan keutamaannya, serta amalan yang mengangkat kedudukan seorang mukmin sehingga menjadi lebih utama dari mereka yang melaksanakan haji dan umrah.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00000005966 |
297.41 IBN s |
Repository - PUSLING | Tersedia | |
00000015395 |
297.41 IBN s / RU-3-B1 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( CITRA ) | Tersedia |
00000027215 |
297.41 IBN s RU-1-B2 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( PEMDA ) | Tersedia |
00000033086 |
297.41 IBN s RU-1-B5 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( PEMDA ) | Tersedia |
Format MARC21 - Total 19 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002579 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20221121104411 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0921001054 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
221121################g##########0#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 979-8689-35-1 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 297.41 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 297.41 IBN s | 8 |
| 100 | _ |
# |
$a Ibnu Rajab Al-Hanbali | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Syawal menjemput kemenangan /$c Ibnu Rajab Al-Hanbali | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan kedua | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Amzah,$c 2013 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a viii, 128 Halaman ; $c 20 cm x 14 cm | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a bulan syawal-Agama islam | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Puasa Ramadhan yang dilanjuti dengan puasa enam hari Syawal dinilai setara dengan puasa satu tahun penuh, karena pahala kebajikan pada bulan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Dalam hadis shahih, Nabi saw. bersabda: ”Puasa Ramadhan dilipatgandakan menjadi sepuluh bulan dan puasa enam hari (Syawal) dilipatgandakan menjadi dua bulan. Sehingga hal itu, yaitu Ramadhan dan enam hari setelahnya sama dengan puasa satu tahun.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i) Namun, yang menjadi pertanyaan bagi sebagian kalangan; jika keutamaan ini bisa diraih dengan berpuasa enam hari di luar bulan Syawal sebagaimana pendapat beberapa ulama, lalu mengapa puasa enam hari pasca-Ramadhan dikhususkan pada bulan Syawal? Bagaimanakah mekanisme pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal, apakah harus dilakukan secara berturut-turut atau terpisah? Benarkah seorang mukmin dapat memperoleh pahala dan kedudukan yang sama, atau bahkan lebih tinggi daripada mereka yang melaksanakan ibadah haji atau umrah? Dengan menggali sumber-sumber dari Alquran dan hadis serta ijtihad ulama, Ibnu Rajab Al-Hanbali akan memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan dan manfaat puasa sunnah di bulan Syawal, perintah melaksanakan ibadah haji dan keutamaannya, serta amalan yang mengangkat kedudukan seorang mukmin sehingga menjadi lebih utama dari mereka yang melaksanakan haji dan umrah. | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 5966/JBPUBEK/2016 | 16 |
| 990 | # |
# |
$a 15395/JBPUBEK/2016 | 17 |
| 990 | # |
# |
$a 27215/JBPUBEK/2016 | 18 |
| 990 | # |
# |
$a 33086/JBPUBEK/2016 | 19 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Pencarian Terkait
Export