Detail Katalog
ID: 10120
Berkas-Berkas Sukarno 1965-1967 ; : Kronologi Suatu Keruntuhan / Antonie C.A. Dake
Edisi: Cetakan KeempatPengarang
Dake Antonie C.A. (penulis)
Penerbit
Aksara Karunia,
Tempat Terbit
Jakarta: :
Tahun Terbit
2006
Bahasa
ind
Subjek
Sejarah
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
viii, 549 hlm. : ilus. ; 23 cm.
ISBN
979-3851-05-8
Nomor Panggil
320.959 8 DAK b
Control Number
INLIS000000000010043
BIB ID
0010-1022000809
Catatan
Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 enam orang perwira tinggi dari Staf Umum Angkatan Darat, termasuk menteri/panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani, dibangunkan di tempat kediaman dan diculik oleh kelompok bersenjata yang tidak dikenal. Beberapa waktu kemudian keenam perwira itu dibunuh. Seorang perwira tinggi yang direncanakan akan diculik dan dibunuh juga, yakni Menteri Keamanan Nasional Jenderal Nasution, berhasil meloloskan diri.
Peristiwa itu mengakibatkan keadaaan kacau-balau serta kegoncangan hebat. Angkatan Darat mengambil alih kekuasaan, berakhirnya riwayat Partai Komunis Indonesia, pembantaian massal di Jawa dan Bali, dan dalam dua tahun kemudian disusul dengan pencopotan Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia. Sukarno yang pernah memegang kemudi kekuasaan sebagai Pemimpin Besar Revolusi dihukum tanpa keputusan pengadilan. Dalam menjalankan penahanan rumah yang dikenakan kepadanya, ia pada tanggal 21 juni 1971 meninggal dunia.
Empat puluh tahun setelah hari naas bulan Oktober itu, peristiwa tersebut masih belom terungkap dalam penulisan sejarah dan masih saja terselubung oleh mitologi. Masih saja tidak tersedia jawabannya dan masih saja tersisa pertanyaan-pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu? Siapakah para perwira yang melancarkan pemberontakan itu? Bagaimana PKI sampai terlibat dalam persengkongkolan? Apa yang sebenarnya diperbuat oleh Sukarno ketika berada di pangkalan angkatan udara Halim di tengah-tengah kelompok yang melancarkan pemberontakan? Bagaimana Suharto berhasil menumpas pemberontakan itu dengan cepat? Apakah benar ia merupakan kekuatan dibelakang semua aksi yang dilancarkan, atau dengan kata lain Provokator Besar yang memegang tali kendali?
Buku ini berusaha memberikan jawabannnya. Intinya sederhana saja, hal mana tidak berarti bahwa kebenaran dilecehkan. Sukarno sendirilah yang merancang perkomplotan terhadap para perwira tinggi Angkatan Darat dan bahkan membantu dan mendorongnya. Baginya para perwira itu bersikap terlalu mau sendiri dan terlalu anti-komunis. Sukarno sendirilah yang memberikan lampu hijau pada sejumlah perwira di lingkungannya untuk menyelesaikan masalah para perwira tinggi itu. Ia juga memberikan isyarat pada pimpinan komunis mengenai apa yang sedang direncanakan itu, sehingga mereka menjadi tergetah.
Bagaimana Suharto? Pada waktu itu tidak lebih hanya seorang perwira yang cakap. CIA? Berdiri di luar garis. Organisasi ini bahkan tidak mengetahui Jenderal Suharto yang mana yang dimaksud.
Peristiwa itu mengakibatkan keadaaan kacau-balau serta kegoncangan hebat. Angkatan Darat mengambil alih kekuasaan, berakhirnya riwayat Partai Komunis Indonesia, pembantaian massal di Jawa dan Bali, dan dalam dua tahun kemudian disusul dengan pencopotan Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia. Sukarno yang pernah memegang kemudi kekuasaan sebagai Pemimpin Besar Revolusi dihukum tanpa keputusan pengadilan. Dalam menjalankan penahanan rumah yang dikenakan kepadanya, ia pada tanggal 21 juni 1971 meninggal dunia.
Empat puluh tahun setelah hari naas bulan Oktober itu, peristiwa tersebut masih belom terungkap dalam penulisan sejarah dan masih saja terselubung oleh mitologi. Masih saja tidak tersedia jawabannya dan masih saja tersisa pertanyaan-pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu? Siapakah para perwira yang melancarkan pemberontakan itu? Bagaimana PKI sampai terlibat dalam persengkongkolan? Apa yang sebenarnya diperbuat oleh Sukarno ketika berada di pangkalan angkatan udara Halim di tengah-tengah kelompok yang melancarkan pemberontakan? Bagaimana Suharto berhasil menumpas pemberontakan itu dengan cepat? Apakah benar ia merupakan kekuatan dibelakang semua aksi yang dilancarkan, atau dengan kata lain Provokator Besar yang memegang tali kendali?
Buku ini berusaha memberikan jawabannnya. Intinya sederhana saja, hal mana tidak berarti bahwa kebenaran dilecehkan. Sukarno sendirilah yang merancang perkomplotan terhadap para perwira tinggi Angkatan Darat dan bahkan membantu dan mendorongnya. Baginya para perwira itu bersikap terlalu mau sendiri dan terlalu anti-komunis. Sukarno sendirilah yang memberikan lampu hijau pada sejumlah perwira di lingkungannya untuk menyelesaikan masalah para perwira tinggi itu. Ia juga memberikan isyarat pada pimpinan komunis mengenai apa yang sedang direncanakan itu, sehingga mereka menjadi tergetah.
Bagaimana Suharto? Pada waktu itu tidak lebih hanya seorang perwira yang cakap. CIA? Berdiri di luar garis. Organisasi ini bahkan tidak mengetahui Jenderal Suharto yang mana yang dimaksud.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00000026929 |
320.959 8 DAK b RU-3-A5 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( PEMDA ) | Tersedia |
00000028430 |
320.959 8 DAK b RU-3-A5 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( PEMDA ) | Tersedia |
00000044218 |
320.959 8 DAK b RU 6 A3 |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum ( CIKSEL ) | Tersedia |
Format MARC21 - Total 18 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000010043 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20221020012939 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-1022000809 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
221020###########################0#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 979-3851-05-8 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 320.959 8 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 320.959 8 DAK b | 8 |
| 100 | 1 |
# |
$a Dake Antonie C.A. (penulis) | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Berkas-Berkas Sukarno 1965-1967 ; : $b Kronologi Suatu Keruntuhan /$c Antonie C.A. Dake | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan Keempat | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta: :$b Aksara Karunia,$c 2006 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a viii, 549 hlm. : $b ilus. ; $c 23 cm. | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Sejarah | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 enam orang perwira tinggi dari Staf Umum Angkatan Darat, termasuk menteri/panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani, dibangunkan di tempat kediaman dan diculik oleh kelompok bersenjata yang tidak dikenal. Beberapa waktu kemudian keenam perwira itu dibunuh. Seorang perwira tinggi yang direncanakan akan diculik dan dibunuh juga, yakni Menteri Keamanan Nasional Jenderal Nasution, berhasil meloloskan diri. Peristiwa itu mengakibatkan keadaaan kacau-balau serta kegoncangan hebat. Angkatan Darat mengambil alih kekuasaan, berakhirnya riwayat Partai Komunis Indonesia, pembantaian massal di Jawa dan Bali, dan dalam dua tahun kemudian disusul dengan pencopotan Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia. Sukarno yang pernah memegang kemudi kekuasaan sebagai Pemimpin Besar Revolusi dihukum tanpa keputusan pengadilan. Dalam menjalankan penahanan rumah yang dikenakan kepadanya, ia pada tanggal 21 juni 1971 meninggal dunia. Empat puluh tahun setelah hari naas bulan Oktober itu, peristiwa tersebut masih belom terungkap dalam penulisan sejarah dan masih saja terselubung oleh mitologi. Masih saja tidak tersedia jawabannya dan masih saja tersisa pertanyaan-pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu? Siapakah para perwira yang melancarkan pemberontakan itu? Bagaimana PKI sampai terlibat dalam persengkongkolan? Apa yang sebenarnya diperbuat oleh Sukarno ketika berada di pangkalan angkatan udara Halim di tengah-tengah kelompok yang melancarkan pemberontakan? Bagaimana Suharto berhasil menumpas pemberontakan itu dengan cepat? Apakah benar ia merupakan kekuatan dibelakang semua aksi yang dilancarkan, atau dengan kata lain Provokator Besar yang memegang tali kendali? Buku ini berusaha memberikan jawabannnya. Intinya sederhana saja, hal mana tidak berarti bahwa kebenaran dilecehkan. Sukarno sendirilah yang merancang perkomplotan terhadap para perwira tinggi Angkatan Darat dan bahkan membantu dan mendorongnya. Baginya para perwira itu bersikap terlalu mau sendiri dan terlalu anti-komunis. Sukarno sendirilah yang memberikan lampu hijau pada sejumlah perwira di lingkungannya untuk menyelesaikan masalah para perwira tinggi itu. Ia juga memberikan isyarat pada pimpinan komunis mengenai apa yang sedang direncanakan itu, sehingga mereka menjadi tergetah. Bagaimana Suharto? Pada waktu itu tidak lebih hanya seorang perwira yang cakap. CIA? Berdiri di luar garis. Organisasi ini bahkan tidak mengetahui Jenderal Suharto yang mana yang dimaksud. | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 00000044218/JBPUBEK/2006 | 18 |
| 990 | # |
# |
$a 26929/JBPUBEK/2006 | 19 |
| 990 | # |
# |
$a 28430/JBPUBEK | 20 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Pencarian Terkait
Export