Buku setebal 116 halaman ini menggaungkan tema-tema mengenai persoalan keluarga, kondisi alam yang kering kerontang, dan kompleksitas perasaan menjadi sosok yang tidak diutamakan.
Pokok pembicaraan dalam buku ini adalah sastra sebagai buku, tidak sekedar sebagai gagasan atau pandangan kita mengenai bagaimana dan seperti apa sastra itu seharusnya. Dan karena dalam pengertian itu pengarang-sebagai individu yang membuat dan memiliki karya itu-menjadi penting, maka definisi pengarang juga dipermasalahkan. Pandangan penulis menyiratkan adanya sederet kegiatan dan lembaga yang…